Rabu, 24 April 2013

Kosong

Bangku ini menunggu untuk kau gunakan
Kosong itu sepi, kosong itu hampa tapi tahukah kamu hai temanku bahwa kosong itu anugerah. Bagaimana bisa? Tentu kau akan mengerutkan alis seperti itu.

Bagiku, kosong adalah segalanya. Aku lebih suka kosong yang notabene sepi dan hampa, karena saat itu aku bisa mengeksplore segala sesuatu yang kupendam. Aku bisa bercerita sesukaku dengan jiwaku. Aku bisa menuliskan semua imajinasiku dengan sepuasnya. Aku bisa mengenali diriku sendiri tanpa perlu adanya tekanan. Aku suka sepi, aku suka hampa, terlebih aku suka kosong.

Tapi tidak kali ini, sungguh semuanya terasa berbeda. Dimana aku terus melanjutkan kehidupanku yang monoton, sehingga tak memberi ruang dan waktu untuk jiwaku, sehingga tak memberi jeda untuk diriku berimajinasi. Tidak ada, dan dampaknya kehampaan yang ada. Sungguh aku rindu dengan kosongku, aku rindu dengan sepiku, aku merindukan semua imajinasi-imajinasi liarku, aku merindukan kehampaan yang bisa membuat jantungku berdegup kencang karena imajinasi yang membawaku pada cerita pembunuhan itu, pada cerita cinta itu, pada cerita sedih itu. Aku merindukannya.

Aku percaya bahwa kosong bisa membuatmu untuk mengapresiasikan imajinasimu sesuka hati.

© Copyright by My Jurnal Online | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks