Model pekerjaan apa sih yang paling disukai? Pasti jawabannya adalah fleksibel, tergantung yang merasakan. Ya, itu benar. Tapi yang perlu diketahui bahwa dari sekian banyak orang bekerja, hanya segelintir orang yang menikmati pekerjaannya itu dan sisanya memaksakan diri untuk menikmatinya atau malah memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan itu. Termasuk saya.
Dari sekian banyak pekerjaan, justru saya lebih suka bekerja dibidang imajinasi. Kamu tahu? Ach tidak perlu dijawab, karena saya sudah menemukan jawaban dari raut mukamu yang berkerut. Bidang imajinasi? Pekerjaan macam apa itu? Pasti pertanyaan seperti itu yang muncul dalam benakmu, seperti halnya pertanyaan yang sering dilontarkan sebagian umat manusia yang bertemu dengan saya.
Saya menyukai imajinasi dan tak perlu dikatakan imajinasi seperti apa, karena yang jelas imajinasi yang saya ciptakan tidak seperti sekumpulan imajinasi ABG jaman sekarang atau sekumpulan imajinasi para pesakitan yang haus akan cinta. Bukan seperti itu. Imajinasi saya selalu berkeliaran dan saya kewalahan untuk memungutinya satu persatu, karena satu alasan bahwa pekerjaan saya saat ini berbanding terbalik dengan harapan saya yaitu Bidang Reality.
Apa lagi itu?
Saya tidak akan menjelaskan secara detail apa itu? Tapi yang jelas Reality bukan pekerjaan sejenis Infotainment. Reality adalah kehidupan nyata dimana saya dituntut untuk lebih realistis, lebih berpikiran nyata dan tidak absurd. Karena sekalinya saya memanjakan satu imajinasi saja maka pekerjaan yang saya hadapi akan hancur, kacau dan saya akan semakin terpuruk.
Jadi saya adalah sebagian orang yang memaksakan diri dalam pekerjaannya.
