Senin, 30 November 2009

Janji-Janji

Kalau kau mengira diriku bodoh, itu betul. Ya, kau tahu, aku memang bodoh. Ya, anak mana yang gak bodoh bila setiap harinya selalu mengeluarkan janji-janji ajah. Dan tentunya aku terkadang bingung bagaimana mengatasi semua ini, walau akhirnya terkadang juga aku merasa lega ketika janji itu sudah lewat tenggang waktunya, tak tahu entah itu aku bisa menepati janji atau tidak, yang jelas aku merasa lega ketika selesai. Ya, lega, kau tahu kan, lega seperti orang yang baru melahirkan.

Ehm, ngomong-ngomong melahirkan. Aku jadi ingat janjiku sama pacar, kalau aku akan menikah sama dia. Lucu sekali aku mengatakannya, seharusnya aku mengatakan belakang-belakangnya pada dia, aku menikah sama dia kalau memang aku harus ditakdirkan menikah sama dia. Asal tahu saja, aku sama sekali gak mencintainya. Ya meski kadang aku merasa aku ingin berada didekatnya, kau tahu kan, yang namanya orang pacaran pasti ingin berada di dekatnya, nah perasaan itu kadang bersemayam juga dalam diriku. Lalu kalau aku merasakan perasaan itu kenapa aku mengatakan aku tidak mencintainya? Ehm ya, perasaan setiap orang berubah-ubah bukan, aku juga seperti itu. Tapi yang paling dominan adalah perasaan tidak mencintainya, kau tahu? Ya seperti perasaan ketika dia berada disampingku lalu minta cium, aku selalu menghindar. Gak selalu mungkin, terkadang dia memegang kepala dan tubuhku sampai aku gak bisa bergerak, dan diciumnya. Ugh.... aku ingin muntah sebenarnya.

Oke-oke, kenapa harus bercerita tentang ciuman. Aku hanya bingung bagaimana aku harus menghentikan mulutku untuk tidak mengeluarkan janji lagi. Aku gak mau dikatakan si mulut berjanji, ya ketika orang melihatku ditengah jalan lalu dia memanggilku, hei itu kan dia si-mulut-berjanji yang suka mengeluarkan janji-janji. OH NO!!!!

Minggu, 29 November 2009

Jurnalku

Setiap orang butuh tempat untuk berkeluh kesah, begitupun aku. Aku ingin berkeluh kesah tanpa ada yang mengganggu, dan disinilah tempat temanmu berkeluh kesah. Jurnal temanmu ini adalah jurnalnya temanmu yang sudah meluangkan waktunya untuk mendengarkan segala keluh kesahnya. Biasanya aku sering berkeluh kesah pada lembar-lembar diary, tapi jujur dalam lubuk hatiku aku ingin ada orang yang tau tentang diriku, setidaknya tentang perasaanku. Walaupun - tentu - ketika ada yang membaca diarymu kau pasti akan marah besar, tapi aku yakin jauh dalam lubuk hatimu kau ingin setidaknya ada yang membaca diarymu dan mengerti dirimu. Karena aku juga begitu, maka disinilah temanmu akan berkeluh kesah tanpa ada yang mengganggu dan tanpa ada yang berkomentar, bacalah dan kau akan mengerti tentang temanmu ini.

Kalau kau ingin berkeluh kesah, kau hanya perlu datang ke Akulah temanmu dan disana kau tinggal mengirim email langsung ke akulahtemanmu@gmail.com tentang semua keluh kesahmu.

© Copyright by My Jurnal Online | Template by BloggerTemplates | Blog Trick at Blog-HowToTricks